Ranselku Almariku Rumahku

Iseng-iseng akhir tahun 2018 saya membuat semacam harapan untuk saya diri saya sendiri pada tahun 2019. Harapan yang saya cantumkan bukan resolusi yang serius apalagi obsesif. Salah satu harapan saya adalah hidup nomaden.

Setelah belasan tahun menganggap Jogja sebagai rumah, akhirnya saya memulai kehidupan nomaden saya, berpindah dari satu kota ke kota lain. Otomatis, saya harus membawa harta benda saya yang tidak banyak ke mana-mana. Ransel bukan hanya menjadi alat untuk membawa barang bawaan saat bepergian, melainkan juga menjadi almari dan bahkan juga rumah (sementara) saya.

mountain goat traveler watercolor illustration what i bring for traveling
@pristian.wulanita
What do I bring when traveling? Apa saja barang bawaan saya selama berkelana? Ya, kurang lebih seperti ini.

Tas
Ada tiga macam tas yang biasanya saya bawa selama berkelana. Jika membawa tiga tas untuk hidup nomaden dianggap terlalu berlebihan, nyatanya ketiga tas ini sangat berguna dalam kehidupan nomaden saya.

• Ransel
Saya tim tas ransel. Saya lebih suka menggendong ransel di punggung daripada menarik koper dalam perjalanan. Tas ransel oranye, hitam, dan abu-abu berkapasitas 35 liter menjadi teman setia selama perjalanan. Ransel saya muat lumayan banyak, tapi sayang bobot tasnya sendiri cukup berat sehingga menambah beban perjalanan.

what i bring when traveling backpack totebag watercolor illustration
@pristian.wulanita
Totebag
Totebag adalah tas berikutnya yang wajib saya jejalkan ke dalam ransel. Saya sarankan Anda membawa tas yang ringkas dilipat selama bepergian karena totebag sempat dua kali menjadi penyelamat saat melintasi perjalanan udara.

Sekali waktu, semua barang bawaan saya masukkan ke dalam ransel. Saya pikir ransel saya akan saya masukkan ke dalam kabin pesawat. Sesampainya di konter check-in, ransel saya harus dimasukkan ke bagasi karena terlalu besar padalah laptop juga saya masukkan ke dalam ransel. Untung, saya membawa tas lipat yang bisa saya pakai untuk membawa laptop dan benda-benda lain yang riskan berada di bagasi pesawat.

Kejadian yang hampir sama terulang akibat saya yang terlalu percaya diri membawa ransel yang sama meskipun saya hanya melakukan perjalanan dua malam. Saya memasukkan laptop, buku bacaan, dan bahkan sebotol air minum ke dalam ransel. Tiket pesawat saya tanpa bagasi dan ransel saya melebihi bobot maksimal barang yang diperbolehkan masuk kabin. Untung, saya memasukkan laptop ke dalam totebag yang kemudian saya masukkan dalam ransel. Totebag berisi laptop saya keluarkan dari ransel bersama botol air minum dan buku bacaan tebal. Selamat.

Totebag juga memudahkan saya dalam menjalani proses pemindaian ketika berada di bandara. Daripada bolak-balik mengeluarkan dan memasukkan barang elektronik saat dipindai, lebih baik semua barang tersebut saya masukkan ke dalam totebag yang bisa saya tenteng. Percayalah, menenteng totebag berisi barang elektronik akan memberi banyak kemudahan. Membawa perintilan barang elektronik yang bisa berjatuhan ke mana-mana bukan pengalaman yang menyenangkan apalagi jika harus boarding dari gate yang paling jauh dari pintu masuk terminal bandara.

Totebag memang serbaguna. Sesampainya di tempat tujuan, totebag bisa digunakan untuk belanja. Totebag bisa pula digunakan untuk membawa oleh-oleh saat pulang ke kota asal atau berpindah ke daerah lain.

• Tas selempang kecil
Sudah bawa totebag, kenapa harus bawa tas selempang kecil juga? Tas selempang kecil praktis digunakan saat melalui perjalanan darat. Pemeriksaan yang dilakukan tidak terlalu rumit jadi tidak akan masalah jika saya masukkan semua barang bawaan ke dalam ransel. Akan tetapi, agak repot kalau harus mengambil barang-barang penting dari ransel. Di sinilah tas selempang kecil akan sangat membantu. Saya biasanya memasukkan dompet, ponsel, earphone, dan kadang pengisi daya ponsel ke dalam tas kecil ini. Simpel dan praktis.

Baju
Saya berkelana bersama tiga setel baju. Satu setel melekat di badan saya, dua lagi masuk ransel. Sebenarnya bisa hanya membawa dua setel baju saat musim kemarau. Satu setel bisa saya pakai sementara satu setel lagi sedang dicuci dan dijemur. Prinsip cuci-kering-pakai wajib saya amalkan dengan tekun. Saat musim penghujan, minimal tiga setel baju saya bawa untuk berjaga-jaga jika baju yang sekarang sedang dijemur tak kunjung kering.

what i bring when traveling baju pakaian clothes watercolor illustration
@pristian.wulanita
Dua setel pakaian mungkin terdengar tidak terlalu menguras ruang dalam ransel. Tiap setel pakaian saya terdiri atas kaos lengan panjang, celana panjang, ciput, kerudung, bra, dan celana dalam. Jangan heran jika dihitung per item, bawaan pakaian pengelana berkerudung macam saya memang tampak banyak.
Selain tiga setel pakaian, tak lupa saya membawa satu atau dua daster. Daster bisa digunakan saat tidur atau saat bertapa di kamar. Setelan baju-baju tadi hanya saya pakai saa bepergian, kecuali jika berada di daerah yang bersuhu dingin. Daster tidak makan tempat ‘kok di ransel.

Alas Kaki
Saya membawa satu pasang sepatu yang saya pakai selama berada di perjalanan. Sepatu berganti menjadi sandal jepit begitu tiba di tujuan. Membawa sandal jepit dalam ransel memang menambah beban apalagi sebenarnya sandal jepit bisa dibeli begitu sampai di tempat tujuan. Akan tetapi, membawa sandal jepit sendiri lebih hemat dan bisa dipakai sewaktu-waktu dibutuhkan, misalnya saat solat di perjalanan. Satu atau dua pasang kaos kaki juga saya jejalkan ke dalam ransel.
what i bring when traveling alas kaki shoes ekstra extra jacket watercolor illustration
@pristian.wulanita

Ekstra
Jaket, kemeja flanel, dan kain penutup muka atau masker adalah barang bawaan ekstra dalam pengelanaan saya. Jaket tebal penting saat bepergian di tempat yang dingin. Kemeja flanel menjadi outer pilihan saya saat bepergian di dalam kota. Saya berusaha memakai jaket atau kemeja outer saat berada di jalan agar baju utama saya tidak lekas bau jalan atau bau matahari apalagi jika sering jalan kaki atau naik sepeda motor. Tak perlu memasukkan jaket atau kemeja outer ke dalam ransel selama perjalanan berjam-jam di dalam kereta. Jaket atau kemeja yang saya pakai bisa dimanfaatkan sebagai bantal leher atau pengganjal punggung saat duduk.

Kain penutup muka atau masker wajib menutup mulut dan hidung saya selama mengendarai sepeda motor. Namun, kain penutup muka juga berguna saat melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi lain. Berjam-jam perjalanan memang melelahkan. Seringkali waktu berjam-jam ini saya gunakan untuk tidur, tapi saya khawatir mulut saya melompong dan meneteskan air liur saat tidur. Kain penutup muka atau masker bisa dipakai untuk mengatasi problem yang agak memalukan ini.

Alat Mandi
Saya memang malas mandi. Saya juga jarang mandi, tapi saya masih membawa alat mandi saat berkelana dong. Sabun, sampo, kondisioner, sikat gigi, dan pasti gigi bersama selembar handuk tidak boleh lupa saya bawa. Saya biasanya membawa pembalut wanita juga untuk sekedar berjaga-jaga jika sewaktu-waktu datang bulan.
what i bring when traveling bath tools make-up watercolor illustration
@pristian.wulanita

Make-up
Jangan harap menemukan lipstik, eye-shadow, blush-on, eyeliner, bronzer, dan sebangsanya dalam pouch make-up saya. Bedak pun saya tidak pakai. Namun, bukan berarti tempat make-up saya kosong melompong. Saya membawa krim pagi, krim malam, dan serum yang semuanya produk perawatan anti-aging. Saya tidak mau menua lebih dini akibat terlalu sering di jalan. Saya juga membawa losion dan repairing jelly untuk melembabkan kulit. Salep pereda gatal juga wajib saya bawa. Gatal-gatal akibat stres saat mengerjakan skripsi masih tertinggal dan kadang muncul hingga sekarang.

Alat Tulis
Ini berkelana atau berangkat sekolah ‘sih? Saya wajib bawa alat tulis ke mana-mana. Saya sedang belajar menggambar dan menulis buku anak. Kegiatan menulis atau menggambar masih tetap bisa saya lakukan meskipun saya berpindah-pindah lokasi. Biasanya ada buku catatan, buku gambar, papan potong untuk alas gambar, novel, dan satu doskrip bersisi pensil, pena, penghapus, gunting, pensil warna, dan flashdisk. Saya juga membawa cat air beserta kuasnya. Alat tulis yang saya memang cukup menambah beban, tapi saya merasa tidak tenang kalau tidak membawa barang-barang tersebut dalam pengembaraan kecil saya.
what i bring when traveling alat tulis stationary watercolor illustration
@pristian.wulanita

Elektronik
Saya bekerja secara online, jadi saya bisa bekerja di mana saja selama saya membawa laptop dan ponsel. Ya, dua barang elektronik ini beserta pengisi daya dan earphone selalu saya gendong ke mana-mana. Baru-baru ini saya juga membawa tripod untuk kamera atau ponsel. Siapa tahu tetiba saya tergugah untuk membuat video seperti Liziqi, idola saya.
what i bring when traveling electronics watercolor illustration
@pristian.wulanita

Lain-lain
Botol air minum wajib ada dalam tas saya. Selain mudah merasa haus, saya juga berusaha menghindari pemakaian botol minum sekali pakai sekaligus menghemat uang dengan membawa botol isi ulang. Saya juga sedia payung lipat tipis dan ringan sebelum hujan. Meskipun sudah membawa payung lipat, saya masih membawa jas hujan juga untuk melindungi diri dan ransel bila bertemu hujan saat harus berkendara roda dua. Saya membawa mukena juga.
what i bring when traveling others watercolor illustration
@pristian.wulanita

Bisa dikatakan bahwa barang bawaan dalam ransel saya adalah harta benda saya. Tak banyak memang, tapi selama semua bisa saya jejalkan ke dalam ransel, saya siap di jalan dan santuy berkelana.

Komentar