Imunoterapi vs. Kemoterapi (dengan Ilustrasi)

Mendapatkan vonis kanker ibarat tersambar petir di siang bolong. Kanker membawa ketakutan dan kesakitan, tetapi bukan berarti harapan hidup pasien akan langsung terputus begitu mendapatkan vonis ini. Ada beberapa opsi pengobatan kanker yang ditawarkan termasuk operasi, radiasi, dan kemoterapi.

Perbandingan imunoterapi dan kemoterapi
@pristian.wulanita

Kemoterapi mungkin merupakan salah satu opsi pengobatan kanker yang paling dikenal sekaligus menjadi momok karena efek samping yang dialami oleh pasien. Nah, ada inovasi pengobatan kanker baru bernama imunoterapi. Kemoterapi dan imunoterapi mempunyai karakteristik masing-masing.

Coba kita bandingkan kedua opsi pengobatan kanker tersebut dengan sederhana.

Kemoterapi
Kemoterapi langsung menyerang kanker. Akan tetapi, efek kemoterapi tidak hanya dirasakan oleh sel kanker itu sendiri, melainkan juga sel sehat. Hal inilah yang menyebabkan beberapa efek samping yang dirasakan oleh pasien kanker seperti kerontokan rambut dan mual.

Kemoterapi menyerang sel kanker dan sel sehat
@pristian.wulanita

Proses pengobatan kemoterapi bisa dikatakan lebih singkat karena langsung menarget kanker, tetapi efek kemoterapi hanya bertahan saat pengobatan ini masih berada dalam sistem tubuh.

Imunoterapi
Berbeda dengan kemoterapi yang langsung menyerang kanker, imunoterapi justru menjadikan sistem imun dalam tubuh sebagai target. Sistem imun manusia sendiri sudah kuat dan cerdas, tetapi kanker mempunyai sistem yang kompleks dan imunoterapi bertujuan melatih sistem imun untuk mengenal dan menghancurkan sel kanker.

Ilustrasi sel sehat dan sel kanker yang berkamuflase
@pristian.wulanita

Sel kanker mempunyai kemampuan kamuflase yang membuat sistem imun tubuh sulit mengenali dan berakhir tidak dieksekusi. Kamuflase berupa protein PD-L1 menyelimuti sel kanker dan sukses mengelabui sel T yang menjadi ujung tombak sistem imun tubuh kita.

Ilustrasi sel T yang dilatih mengenal sel kanker dengan imunoterapi

Imunotetapi berfungsi sebagai anti PD-L1 yang tak hanya meningkatkan kemampuan sel T untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker, melainkan juga membantu sel T untuk mengingat sel kanker sehingga tetap bisa bertindak untuk menyerang sel kanker yang mungkin berkembang di masa mendatang. Dengan kata lain, efek imunoterapi tetap bertahan dalam tubuh meskipun masa pengobatan telah berakhir.

Ilustrasi sel T yang lebih kuat dan pintar mengenali sel kanker setelah imunoterapi
@pristian.wulanita

Dibandingkan dengan kemoterapi, butuh waktu lebih lama bagi pengobatan imunoterapi menunjukkan efek. Bagaimana dengan efek sampingnya? Beberapa efek samping meliputi sistem imun yang terlalu aktif, ruam kulit, dan diare.

Imunoterapi sendiri lebih sering digunakan untuk terapi kanker stadium akhir. Sejauh ini imunoterapi digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker seperti kanker paru-paru, kandung kemih, kepala dan leher, limfoma Hodgkin, ginjal, dan melanoma.

Penelitian dan pengembangan imunoterapi masih terus dilakukan dengan harapan pengobatan ini bisa menjadi pilihan yang lebih efisien untuk semua jenis kanker. Jalan masih panjang terbentang karena saat ini perkembangan imunoterapi baru permulaan.

Tulisan ini adalah pemahaman dangkal saya mengenai imunoterapi, tapi saya yakin imunoterapi adalah harapan baru bagi pengobatan kanker. Tentu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih dalam mengenai imunoterapi dan memutuskan opsi pengobatan kanker terbaik. Dengan kemoterapi saja, imunoterapi saja, maupun perpaduan keduanya, kanker bisa dikalahkan.

Referensi:
www.kalahkankanker.com
https://youtu.be/CwaMZCu4kpI
https://youtu.be/OhJyBWjcpvA

Komentar